Rahasia Sukses Orang Jepang  

Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang transistor)
oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara dunia dalam hi-fi,
tetapi juga dalam microprocessor, mobil, bioindustri dan lain-lain.

Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih cepat
daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?

Berikut ini kita akan menjenguk orang-orang yang mempunyai andil besar dalam
kemajuan tehnik Jepang.

Mula-mula kita jumpai Akio Morita si pencipta perusahaan Sony. Dia menyukai
olahraga golf, sekaligus menjadi pengagum musikus Beethoven. Saking gandrungnya
pada musik sampai-sampai di lapangan pun dia ingin bermain golf sambil
mendengarkan Symphony kesembilan.

"Saya membutuhkan sebuah alat kecil dengan pengeras suara," kata Akio Morita
pada anak didiknya. Tak lama kemudian tcrciptalah walkman.

Dia berusia sekitar enampuluhan, kurus, rambutnya putih dan matanya hampir
kuning. Tapi ia nampak seperti umur duapuluh karena semangatnya yang tak kenal
lelah.

Rumahnya di daerah kedutaan, di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan sebuah kolam
renang. Boleh dikata dia seorang boss Jepang yang sudah berorientasi ke Barat.
Dia tak berkeberatan istrinya turut menjamu tamu dalam pakaian Barat. Tetapi, ia
tetap menjalani hidup sederhana dan kekeluargaan menurut tradisi.

Setiap pagi pukul delapan tepat Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu mengenakan
seragam yang sama dengan yang dipakai anak buahnya, meskipun jas luarnya buatan
Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat demokratis yang menjiwai setiap
perusahaan Jepang.

Pada tahun 1947 Akio Morita mendirikan perusahaan Sony; memasarkan transistor
yang pertama, televisi berwarna pertama, dan walkman pertama. Saat ini
perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70% dari produknya. "Pasaran kami
adalah seluruh dunia," katanya.

Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat untuk menyegerakan, dengan
penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi untuk mewujudkan
mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek, Jepang hanya bisa membuat sepeda
yang rodanya tidak bisa berputar dan jam-jam yang tidak bisa dipercaya.
Karikatur tahun tigapuluhan pernah menunjukkan gambar seorang pemburu menyandang
sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik maka larasnya menggembung. Capnya:
made in Japan (bikinan Jepang).

Tetapi tiba-tiba orang Jepang tergila-gila pada perlombaan matematika dan
fisika. Ujian-ujian di berbagai universitas menjadi sangat berat dan terjadi
persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang-orang yang pandai. Di Pusat
Penelitian Sony, jejak kaki para direktur yang sukses dicetakkan di atas tanah,
seperti halnya jejak kaki para bintang Hollywood di studio MGM.

Saingan istrinya sebuah komputer
--------------------------------

Sama dengan majikannya, Makoto Kikuchi direktur baru pada Pusat Penelitian Sony
ini bisa berbahasa Inggris, dengan tujuan dapat berbicara dengan robotnya;
sebuah "Apple" Amerika.
"Masih yang terbaik untuk saat ini," ucapnya jujur. Laki-laki berusia 45 tahun
ini sebelumnya sudah sangat terkenal di Jepang sebagai ilmuwan yang paling
mengagumkan dari Pusat Penelitian Negara. Ia mengkhususkan diri dalam
microprocessor. Ia pindah ke Sony enam tahun yang lalu.

Dalam sebuah rumah yang amat kecil berbentuk bujur sangkar dan terbuat dari
kertas minyak itulah ia tinggal bersama istrinya dan hidup dengan sederhana.
Dengan kimononya dan berlutut di atas tikar Jepang, istrinya dengan setia
menemani suaminya bermain dengan komputer.

Mottonya: Research Makes The Difference, menggambarkan keambisiusan Makoto
Kikuchi. Motto ini ditulis pada truk-truk perusahaan dalam bahasa Inggris supaya
menimbulkan kesan eksotis.

Ia punya rencana untuk beberapa tahun mendatang: membuat komputer yang bisa
menguraikan bahasa percakapan orang Jepang supaya setiap orang Jepang dapat
berbicara dengan komputer.

Dengan senang hati, dia mengundang 190 penyelidik datang ke pusat penelitiannya.
Kata Makoto: "Sony memberikan 3,5 sampai 5% penghasilannya untuk penelitian."
Tambahnya: "Sebelum ini saya bekerja di sebuah laboratorium di Amerika Serikat.
Di Sony, cukup hanya satu jam bagi saya untuk memperoleh sebuah alat yang
harganya setengah juta dolar. Saya lalu bisa menghargai perbedaan ini." Ia tetap
seorang Jepang Tulen meskipun lama tinggal di Amerika Serikat.

Para peneliti Sony mempelajari sinar energi matahari, teknologi silikon dan
lainnya. Tetapi bidang yang paling disukainya adalah semiconductor. Dia memulai
segalanya dari nol pada tahun 1976.

Di perusahaan Sony, kaitan penelitian produksi dengan pemasaran merupakan satu
keharusan yang permanen. Contohnya, setiap Minggu pagi Makoto sarapan bersama
Akio Morita dan Direktur Marketingnya. Hubungan yang begitu wajar dan akrab
antara peneliti dan pemimpin ini jarang sekali terjadi di Amerika maupun di
Eropa.

Morita yang sudah begitu kebarat-baratan, yang kalau bermain golf memakai kemeja
dan topi Amerika, tetap membungkukkan badan sampai ke tanah bila berjumpa dengan
kawan. Dalam mobil ia memiliki telepon, televisi dan magnetoskop; tetapi ia
tetap mengenakan seragam yang sama seperti 35.000 anggota Sony.

Honda tidak memberi warisan kepada anak
---------------------------------------

Soichiro, 78 tahun, adalah pendiri Honda Motor. Ia juga mengenakan seragam
karyawan biasa di perusahaan, kemeja dan topi putih. Dia lebih suka bekerja di
bengkel, meskipun tersedia ruangan di setiap perusahaannya. Sebelum pecah
perang, ia pernah menjadi montir biasa.

Sedikit demi sedikit ia turut meletakkan dasar perusahaan. Sekarang ia
mengepalai 23.000 buruh dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara (enam ada di
Jepang).

Anak buahnya diberi kepercayaan total dan tanggung jawab pribadi atas apa yang
dihasilkannya.

Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah sederhana.
Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf. Barangnya yang
berharga cuma sebuah helikopter dan mobil biasa. Penghasilannya dipakai untuk
penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia bahkan tak memberi warisan kepada
anak-anaknya.

"Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan mereka
sanggup berusaha sendiri," katanya.

Hadiah untuk gagasan yang paling baik

Kyoto Ceramics adalah salah satu pabrik pembuat microchips (elemen-elemen kecil
komputer) yang paling kuat di dunia.

Omset Kyoto Ceramics 400 juta dolar dan menghasilkan keuntungan luar biasa, 12%
setelah dipotong pajak.

Ada tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat dan tiga di Jepang. Inamori sang
pemimpin, seperti juga Soichiro Honda dan Kaku pemimpin Canon, menganggap
dirinya sebagai karyawan biasa. Selisih gaji direktur dan buruh baru di Jepang
lebih kecil bila dibandingkan dengan di Eropa dan Amerika Serikat.

Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-rekan di
Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada
fungsinya.

Bagaimana mereka bisa memegang prinsip sebaik itu?
--------------------------------------------------

Mari kita menengok ke Gamo, salah satu pabrik keramik di Kyoto. Kurang lebih 50
kilometer dari Kyoto. Di sini pada pukul delapan pagi seluruh karyawan Gamo
berkumpul dalam ruang-ruang besar. Dari tiap ruang, di atas sebuah panggung
seorang laki-laki meneriakkan: berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat.
Ratusan laki-laki dan perempuan dalam seragam biru berdiri siap. Laki-laki lalu
melaporkan hasil pekerjaan bulan lalu dan menambahkan delapan pesan produksi,
tentang mutu, penurunan ongkos dan sebagainya.

Selesai laporan, dia memanggil lima orang maju ke depan. Mereka diberi hadiah,
karena telah menyumbangkan gagasan yang paling baik, pada bulan sebelumnya. Di
semua perusahaan Jepang, para insinyur dan buruh diundang menyumbangkan gagasan
untuk lebih memajukan produktivitas, keamanan dan semua bidang yang berkaitan
dengan kehidupan perusahaan.

Di Canon, setahun yang lalu, masuk sekitar 146.242 gagasan yang ternyata dapat
menghemat lebih dari tujuh juta yen!

Sebulan sekali mereka berkumpul, memberi laporan pekerjaan selama ini, bertukar
pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.

Hadiah bagi gagasan mereka yang terpilih antara lain medali, jam tangan, tiket
kereta atau pesawat terbang. Yang kurang berinisiatif tak akan mendapat apa-apa.
Tak pernah terjadi seseorang mendapat sanksi negatif.

Setiap pekerja memiliki saham dan dividen dari perusahaan. Benar-benar merupakan
perwujudan demokrasi yang didasarkan pada penghargaan hasil kerja dan atas
hierarkinya. Di Jepang, persaingan ditumbuhkan sejak kanak-kanak. Keluaran
sekolah bereputasi tinggi lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik.

Di tiap perusahaan ada serikat buruh, yang setiap tahunnya mengorganisir
pemogokan untuk memperoleh kenaikan gaji yang disebut Shunto. Tetapi Shunto ini
cuma suatu upacara tradisi, bukan pemogokan seperti layaknya di Barat.

Robot membuat robot
-------------------

Di kaki Gunung Fuji ada robot membuat robot. Robot-robot itu bekerja dengan
diam-diam. Beberapa manusia membaca lembaran kertas besar yang keluar dari
terminal robot.
Di Honda Motor Cie, di sebuah dusun dekat Tokyo, kita bisa melihat mobil yang
di-assembling oleh robot, yang mematri 160 kali setiap detiknya. Grup-grup yang
terdiri dari lima atau enam buruh memeriksa hasil kerja robot. Setiap buruh
diizinkan menghentikan pekerjaan dengan cara menekan tombol merah, bila ada yang
kurang beres.

Hasilnya: pada produksi akhir hanya ada 0,1% yang apkir, dibanding dengan 20% di
Eropa. Di Sony, semua karyawannya teliti. Para majikan di Eropa memimpikan
pabrik mereka bisa menyamai Jepang, dan mendambakan buruh-buruh yang serupa
pula.

Di perusahaan Canon, Tuan Kaku yang adalah presiden direkturnya itu dan para
buruhnya, saling menundukkan kepala mereka sama dalamnya. Percakapan antara
mereka bisa membuat heran telinga-telinga Perancis.

Tuan Kaku menjelaskan secara mendetil target keuangan dan tehnik yang ingin
dicapai perusahaan. Kepala serikat buruh Canon meyakinkan majikannya,
keberhasilan Canon merupakan satu kepuasan bagi seluruh karyawan dan mereka
ingin bekerja sama sepenuhnya bersama direksi.

Majikan-majikan Eropa sangat kagum melihat modernisasi Jepang. Kagum bukan hanya
karena melihat sindikat-sindikat buruh dapat bekerja sama begitu baik dangan
majikannya, tetapi juga melihat para majikan yang tak pernah memecat buruhnya
itu.

Mereka melihat suatu industri di mana otomatisasi tidak menciptakan
pengangguran, dan setiap buruh mau dan dapat memahami apa pun yang mereka
lakukan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai jalannya perusahaan. Yang
nampak di depan mereka adalah sebuah dunia, di mana disiplin yang mirip disiplin
militer itu dapat berjalan berdampingan dengan rasa hormat pada setiap individu.
Inilah rahasia kemajuan Jepang. (Paris Match/Intisari)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

dan Biarkan Air Mata Menetes  

Menitik air mata, mengalir membasahi pipi. Jernih bagaikan butiran embun pagi yang berkilauan diterpa sinar mentari. Menghanyutkan rasa karena kedukaan, hati pun menjadi lara akan kesedihan. Lalu mata meluapkan derai tangisan, hingga tercipta nelangsa yang luruh dalam kedukaan.

Air mata kadang bercerita akan indahnya kisah cinta dan bahagia. Namun tak jarang tercurah dan hanyut dalam sedu sedan penyesalan belaka. Karenanya, betapa banyak untaian kisah yang tercipta dari tetesannya.

Air mata pun kadang menetes karena pelajaran akan sebuah makna ketegaran jiwa.

Hirotada Ototake, seorang pria yang lahir tanpa kaki dan tangan, darinya kita bisa belajar tentang makna tegar dalam kehidupan. Ia mengisahkan dalam buku Gotan Fumanzoku tentang kesanggupannya menamatkan studi di Universitas Waseda dan pernah menjadi presenter berita olahraga di televisi.

Ketegaran air mata pun pernah berkisah tentang Mitsuyo Ohira dalam bukunya Dakara Anata mo Ikinuite. Ohira san adalah seorang wanita yang menjadi sasaran olok-olok ketika duduk di sekolah menengah. Ia pernah mencoba bunuh diri ketika remaja, menikah dengan seorang gangster pada usia enam belas tahun, bercerai, namun kemudian berhasil bangkit dari masa lalunya dan kini menjadi pengacara.

Kisah-kisah itu menceritakan ketegaran yang menguras air mata.
Air mata ibarat hujan yang jatuh dari langit pada lahan hati yang tandus, gersang dan kering kerontang. Tetesannya melunakkan hati dan jiwa yang keras membatu, lalu menciptakan rasa empati dan peka terhadap ciptaan-Nya.

Kegersangan hati dan jiwa, serta qalbu yang merekah karena berbagai nista perlahan pupus. Hanyut, bagaikan debu-debu yang terbawa arus oleh untaian do'a dalam butir-butir air mata yang dimunajatkan kepada Sang Pencipta.
Mahal...

Sungguh sangat mahal harganya tetesan air mata yang mengalir saat khusyuk menghadap-Nya. Hingga salah satu dari dua tetesan yang disukai RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam adalah air mata yang mengalir karena rasa takut dan rindu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau, yang terjaga dari dosa bahkan selalu menumpahkan air mata karena penuh harap untuk berjumpa dengan-Nya.

Seorang mujahid serta mujaddid yang pernah hidup di dunia ini, Hasan al Banna, juga menguraikan air matanya karena memikirkan ummat.

Betapa keinginannya agar ummat mengetahui bahwa mereka lebih dicintai daripada dirinya sendiri. Hingga ia pernah berkata, "Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian."

Betapa bangganya Sang Imam ketika jiwa-jiwa ini gugur sebagai penebus kehormatan mereka, atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita Islam.
Rasa cinta itu mengharu-biru hati, menguasai perasaan bahkan mencabut rasa ngantuk di pelupuk mata hingga membuat beliau memeras air matanya. Air bening itu lalu mengalir karena menyaksikan bencana yang mencabik-cabik ummat ini. Sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan serta pasrah pada ketidakberdayaan.
Dan...
Apa yang terjadi pada diri ini?

Takkala lahir menangis, namun orang-orang tercinta tertawa bahagia karena menyambut kelahiran kita. Namun, mereka pun menangis pilu saat kita tutup usia.
Saat diri akan beranjak pergi, apakah kita juga turut menangis ataukah mengulas senyum bahagia karena akan berjumpa dengan-Nya?

Adakah amal kita lebih banyak dari dosa yang kita lakukan selama hidup di dunia fana?
Apakah prestasi kita hanya lahir, hidup, mati, kemudian dilupakan orang, bahkan oleh orang-orang terdekat kita?

Lalu setelah itu hanya pasrah, rebah di bantalan tanah, cemas menanti pengadilan akhir yang pasti tiba.

Duhai Sang Pemilik Jiwa...
Jadikanlah tetesan air yang jatuh dari sudut mata adalah air mata berharga, hingga mampu membersihkan hati yang pekat ini untuk mudah dicelupi cahaya-Mu, Ilahi Rabbi.
Dan, jangan Engkau jadikan air mata ini kelak berubah menjadi tetesan darah karena lelah berteriak, menangis dan mengetuk pintu surga yang telah tertutup rapat.

Sungguh...

Bersimbah tetesan air mata di dunia fana adalah lebih baik daripada genangan air mata bercampur darah saat di akhirat nanti.
Menangislah sebelum datang hari dimana kita semua akan ditangisi, karena saat itu pasti akan terjadi.

Telah tertutuplah pintu surga / Diketuk keras tak akan terbuka / Walau pekik ingin memecah langit / Walau air matanya berganti darah
Ya Allah, yang manusia harus takuti / Angkatlah kami dari lembah maksiat / Sampai kami keluar dari dunia / Tak bawa beban walau sebesar zarrah
(Lirik Nasyid : Air Mata dari Izzatul Islam)
WaLlahua'lam bi shawab.

Penulis : Abu Aufa
*MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*
Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,
http://kotasantri.com

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Tipe Manusia dalam Melihat Kesempatan  

Ada 3 tipe manusia melihat sebuah kesempatan. Dalam pepatah mandarin dikatakan:

Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
Orang yang cerdik/bijak memanfaatkan kesempatan.

Bagi orang lemah, bila kesempatan belum datang, dia akan menunggu dan menunggu sampai kesempatan itu datang, Bila ditunggu kesempatan belum juga datang, dia berpikir, yah…. Ini memang nasibku.

Tipe kedua: bagi orang kuat, bila kesempatan belum datang, dia akan mengunakan berbagai macam cara, kreatifitas, koneksitas, dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu datang padanya.

Tipe ketiga: bagi orang cerdik/bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan karena dia menyadari kesempatan adalah sesuatu yang berharga, belum tentu kesempatan itu datang untuk kedua kali.

Memang pada kondisi tertentu, kadang munculnya kesempatan itu butuh pematangan waktu. Kita perlu menunggu sesaat, tetapi bukan dengan sikap yang pasif, sebaliknya, kita menunggu kesempatan itu dengan sikap waspada, proaktif dan penuh kesiapan.

Seperti sikap seekor kucing yang akan menangkap tikus, kucing bisa dengan sabar, waspada, penuh kesiapan menunggu kesempatan tikus keluar dari lubang persembunyiannya. Begitu tikus keluar, kucing akan segera menyergap mangsanya.

Keberhasilan kucing melumpuhkan tikus adalah serangkaian proses melakukan 3 hal yang saya bicarakan di atas, yaitu kemampuan menunggu kesempatan bukan secara pasif tetapi proaktif, penuh kesiapan. Begitu kesempatan tercipta langsung dimanfaatkan.

Kesempatan merupakan salah satu factor yang harus dimiliki bagi siapa saja yang mau mengembangkan diri. Tanpa kesempatan yang tersedia, tidak mungkin kita bisa sukses. Oleh sebab itu bila kesempatan belum datang, kita harus berusaha menciptakannya, bahkan di dalam kesulitan pun, jika kita punya keuletan untuk berusaha terus menerus, suatu hari, kesempatan pasti akan datang.

Persis seperti yang dikatakan oleh ilmuwan besar Albert Enstein: IN THE MIDDLE OF DIFFICULLTY LIES OPPORTUNITIES. Di dalam setiap kesulitan terdapat kesempatan.

Pastikan dengan segenap kreatifitas, kerja keras, keuletan dan niat baik kita ciptakan kesempatan, manfaatkan kesempatan untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin dan memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sukses, dan lebih berarti !!!

Demikian dari saya, Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Success is my right
Salam sukses …. Luar Biasa !!!

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Arti Sebuah Tujuan  

Bayangkan anda saat berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana?

Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit. Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila anda salah arah, anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup anda, adalah sama dengan dilema pulau impian. Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus mengetahui apa, di mana, dan bagaimana mencapainya.

Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya, dan untuk itu anda memerlukan peta. Tentukan peta anda sekarang, untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin, dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat ke pulau impian anda.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Indahnya Berkorban  

Berkorban Itu Indah...
Telah 2 musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau . Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yg menghijau bergoyang-goyang di terpa angin .
''Apa kabar daun hijau'' katanya .....
Tersentak daun hijau menoleh kearah suara yg datang .
''Ohh...kamu ulat , badanmu keliatan kurus dan kecil...mengapa ?'' tanya daun hijau .
''Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku , bolehkan engkau membantuku sahabat ? '' kata ulat kecil .
''Tentu....tentu, dekatlah kemari ,'daun hijau berpikir ' Jika aku memberikan sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau . Hanya saja aku akan keliatan berlobang-lobang...tapi tak apalah .''
Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau .

Setelah makan dengan kenyang ulat berterima kasih kepada daun hijau yg telah merelakan sebagian tubuhnya menjadi makanan si ulat .
Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yg penuh kasih dan pengorbanan itu , ada rasa puas di dalam diri daun hijau . Sekali pun tubuhnya kini berlobang di sana sini namun ia bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yg lapar .
Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna . Akhirnya ia jatuh ketanah di sapu orang dan dibakar .

Renungan......

Apa yg berarti di kehidupan kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? Nahh......akhirnya semua yg ada akan mati bagi sesamanya yg tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesukaran .

Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak meminta tolong . Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak melupakan kepentingan diri sendiri .

Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah , tetapi indah .

Ketika berkorban diri kita sendiri mnjadi seperti daun hijau yg berlobang namun sebenarnya itu tidak mempengaruhi kehidupan kita , kita akan tetap hijau ...Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita .

Bagi daun hijau berkorban merupakan sesuatu perkara yg mengesankan dan terasa indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat sesamanya dapat tersenyum karena pengorbanan yg ia lakukan . Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal menjadi daun hijau , suatu hari ia akan kering dan jatuh .

Demikianlah kehidupan kita , hidup ini hanya sementara...kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik, kasih, pengorbanan , pengertian , kesetiaan , kesabaran , dan kerendahan hati .

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yg menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda . Kita dapat berkorban dalam banyak perkara , mendahulukan kepentingan sesama , melakukan sesuatu bagi mereka , memberikan apa yg kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yg dapat kita lakukan .

Yang mana yang sering kita lakukan ?
Menjadi ulat kecil yg menerima kebaikan orang atau menjadi daun hijau yg senang memberi ....?
jawabannya.......ada di dalam hati kita sendiri

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Tipe Manusia Menghadapi Tekanan  

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau
mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat
finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

Bangun network

Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho
ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Keistimewaan Seorang Akhwat  

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

  1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
  2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
  4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
  5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
  7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
  8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?

http://dudung.net

Read More...
AddThis Social Bookmark Button